JBO2

Hukum Niaga Online Bersama Pengertian Rincinya

Bagaimana hukum komersial online, ada yg lewat situs web, instagram, facebook, whatsapp? Bagaimana pula hukum bisnis bersama sistem dropship?

Berikut penjelasan rincinya yg awak sarikan sejak pengertian Ustadz Erwandi Tarmizi pada, buku ia “Harta Haram Muamalat Kontemporer”.

Pertama: Jual berbelanja emas bersama perak (dagangan ribawi)

Komoditas ribawi yang disyaratkan wajibtunai berbobot serah terima benda lagi harta tidak termakbul dilakukan lewat telepon dan internet. Lantaran yang terbentuk yaitu riba nasi’ah, ada kekayaan yang suak.

Dalam hadits disebutkan,

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

“Jika emas dijual lagi emas, perak dijual lagi perak, terigu dijual beserta gandum, sya’ir (kesalahan satu varietas terigu) dijual dan sya’ir, kurma dijual lalu tamar, lalu garam dijual dengan garam, jumlah (ukuran atau neraca) wajibmenyerupai beserta dibayar tunai (tunai). Jika varietas harta semula heran, marilah kau membarterkannya sesukamu, tapi wajibdilakukan secara kontan (tunai).” (HR. Muslim, no. 1587)

Catatan:

Komoditas ribawi ialah: (1) emas, (2) perak, (3) gandum baradab, (4) gandum sadis, (lima) tamar, (6) garam.

Komoditas ribawi pada degan dibagi menjadi dua satuan menurut imbangan ‘illah (sebab), ialah satuan 1 ialah alat bayar (dolar) alias seperti ikat rambut emas dengan perak; divisi 2 yaitu makanan yang sanggup ditakar alias ditimbang.

Komoditas sesama golongan (contohnya: emas lagi emas) saat mau dibarter harus ada dua syarat yang dipenuhi: tunai diserahterimakan lagi dosis dosis maupun timbangan serupa.

Adapun andai aneh rupa akan tetapi sedang berarti (maksud) satu ‘illah maupun satuan (contohnya: emas beserta arta, ataupun harta rupiah lalu doku dollar), harus melengkapi syarat merupakan kontan diserahterimakan.

Contoh penggantian yg tak bermasalah:

Penukaran mata uang canggung dengan ATM, hukumnya boleh karena penukaran yang terjadi merupakan tunai lagi bea nilai hari itu.

Kedua: Barang kecuali emas, perak, lagi dolar (dagangan ribawi)

Transaksi yang tepat lewat toko online (contohnya, situs web, instagram, whats app), dagang ini mirip hukumnya lagi komersial lewat fail menyurat. Ijab qabul yang tepat dianggap sama lagi niaga langsung.

Untuk bentuk ke 2 ini terdapat 3 versi kasus:

Toko online memiliki benda.

Toko online seumpama agen mulai pemilik benda.

Toko online belum memiliki benda yang ditampilkan lalu pula tak seperti agen.Toko online memiliki benda

Hukumnya sama lalu bai’ al-ghaib ‘ala ash-shifat, yaitu kulak entitas yg tak tampak secara badan, namun diterangkan Lomba HKG mengenai karakter-sifatnya (spesifikasinya). Hukum bisnis semacam ini yaitu halal lantaran aturan asal jual beli begitu. Allah Ta’ala berfirman,

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Padahal Allah sudah pernah menghalalkan jual beli lalu mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275)

Toko online artinya utusan (distributor) sejak pemilik benda

Toko online ini berarti sebagai duta lalu status delegasi lagi hukumnya menyerupai lagi pemilik benda.

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, “Aku cita-cita pulang mendekati Khaibar, lantas aku menengok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beta mengucapkan damai pada beliau, aku mengungkapkan, “Aku mau pulang ke Khaibar.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau kunjung wakilku pada Khaibar, ambillah darinya 15 wasq (1 wasq = 60 sha’) berupa kurma. Bila dirinya mempersilakan bahan (bahwa kau merupakan wakilku, letakkanlah tanganmu di dan serpihan rendah lehernya.” (HR. Abu Daud, hasan).

Catatan: Barang wajibtelah secara penuh dimiliki oleh pemilik benda pagi buta dijualkan oleh warung online yg berkedudukan seperti wakil.

Pemilik warung online belum memiliki benda yang ditampilkan, jua tidak seperti delegasi (agen)

Di sini terdapat gharar lantaran harta tak miliknya kemudian dijual.

Dari Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللهِ ، إِنِّي أَشْتَرِي بُيُوعًا فَمَا يَحِلُّ لِي مِنْهَا ، وَمَا يُحَرَّمُ عَلَيَّ قَالَ : فَإِذَا اشْتَرَيْتَ بَيْعًا ، فَلاَ تَبِعْهُ حَتَّى تَقْبِضَهُ.

“Wahai Rasulullah, saya suka-suka melaksanakan bisnis, apa dagang yg halal lalu yang haram? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Wahai budak saudaraku! Jika kau membeli sebuah harta janganlah engkau jual pagi buta barang tadi engkau terima.’” (HR. Ahmad, tiga:402. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengungkapkan bahwa hadits ini sahih dipandang bermula deretan lainnya, secara sanad hadits ini hasan).

Solusi syari:

Permohonan barang tak berarti ikat janji sejak toko online.

Kalau belum memiliki benda, tidak boleh tawakal langsung akad kulak. Barang yang dimohon bisa dibeli terlebih lalu. Setelah itu, tangkis permohonan pembeli dengan menghubunginya. Lalu memintanya bagi mentransfer duit ke rekening miliknya. Kemudian, benda dikirimkan kepada konsumen.

Toko online membujuk khiyar syarat pada pemilik kekayaan, pada mana toko online menyaratkan untuk mengembalikan harta—misal semasa 3 hari dari kekayaan dibeli—jatah mempertahankan-tuntun sekiranya konsumen mengurungkan transaksi.SOLUSI DENGAN AKAD SALAM?

Ada penanggulangan yg ditawarkan berupa sakinah haal (komitmen damai tunai), menurut Ustadz Erwandi Tarmizi, ini tidaklah besar lagi elak:

Larangan hadits Hakim bin Hizam adalah seseorang datang kepada Hakim bin Hizam dan dia menginginkan benda beserta spesifikasi terpilih (bukti makanan atau tekstil), selanjutnya sira mewujudkan komitmen bisnis, kemudian sira menelusuri kekayaan sesuai dan pernik yang diminta lagi membelinya, selanjutnya menyerahkannya pada pembeli. Larangan ini berarti terlarang melakukan ikrar nyaman kontan, kemudian ikrar damai tunai hukumnya tak dibolehkan.

Larangan salam kata sepakat tunai dianut oleh dominan ulama dari madzhab Hanafi, Maliki, lagi Hambali.

Menurut madzhab Hambali, jarak termin celah komitmen salam beserta pengalihan barang haruslah beserta tempo yg diperkirakan harganya asing. Karena maqshad (destinasi) pada, kesepakatan salam, konsumen mendapat imbalan yg lebih murah, pada mana dia telah menerimakan harta kontan dahulu beserta barang akan diterimanya sehingga hari, lagi batin (hati) akad sakinah penjual mendapatkan kapital baru untuk melengkapi keinginan ikhtiar ataupun pribadinya. Jika kesepakatan sejahtera dilangsungkan berarti (maksud) tempo yg enggak pengaruh perihal imbalan benda hilanglah maqshad akad ini.

Menurut output persidangan jurusan fikih OKI bahwa tak boleh melakukan akad rukun lewat online karena tak terjadinya serah terima ra’sul maal nyaman pada majlis akad.

Catatan:

Pendapat dalam madzhab Syafii yg sedang menyetujui ikrar sejahtera kontan (damai haal) dengan syarat barang tadi ada di kodian.

Zakariya Al-Anshary menyampaikan, “Akad damai kontan berhal. Akan melainkan, sekiranya kekayaan yg dipesan tak ada, maka komitmen salamnya tidak absah.” (Asna Al-Mathalib, 2:124, dinukil pada, Harta Haram Muamalat Kontemporer, hlm. 274, cetakan ke-23)

Baca jua: Solusi Syari jatah Reseller lalu DropshipperReferensi: 

Harta Haram Muamalat Kontemporer. Cetakan ke-22, Juli 2019. Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. Penerbit P.T. Berkat Mulia Insani.

Baca Juga:

Hukum Menjual Produk Imitasi/ KW

Menabung Emas Secara Online

Diselesaikan pada Darush Sholihin, Kamis pagi, 12 Syawal 1441 H, 4 Juni 2020

Oleh: Al-Faqir Ilallah, Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com